Loading
0%

Cara Meningkatkan Hasil Panen Tanaman Cabai

Teknologi Pertanian Dan Perkebunan

Cabai adalah komoditas hortikultura yang paling dikenal dan dibutuhkan masyarakat. Sepanjang tahun permintaan cabai bisa terbilang stabil tinggi. Namun kondisi pasokan cabai sendiri belum bisa stabil dalam setahunnya. Salah satu contohnya terlihat dari adanya lonjakan harga cabai yang hampir terjadi jika musim penghujan tiba. Tanaman cabai memang tergolong tidak tahan terhadap kondisi air yang terlalu tinggi oleh sebab itu pasokan cabai pasti menurun saat musim penghujan tiba. Perlu adanya langkah khusus untuk mengantisipasi turunnya pasokan cabai.

Budidaya cabai dengan cara yang tepat dengan menggunakan varietas unggul, pengolahan lahan sampai dengan pemupukan mampu memproduksi hasil yang tinggi. Namun ada beberapa cara khusus untuk lebih bisa meningkatkan hasil dalam budidaya tanaman cabai agar mendapat keuntungan yang lebih tinggi.

Pemangkasan

Teknik pemangkasan ini bisa dibilang belum diketahui masyarakat umum. Pemangkasan yang dimaksud adalah pemangkasan tunas pada bibit cabai. Bibit cabai yang berumur muda ini masih memiliki sifat regenerasi sel yang sangat tinggi. Sehingga ketika dilakukan pemangkasan pada tunasnya maka bibit tersebut akan cepat tumbuh dan membentuk dua cabang utama baru. Kedua cabang ini akan mampu tumbuh dan berkembang normal. Sehingga akan menghasilkan tanaman cabai dengan percabangan, pertunasan, kuncup bunga, serta buah yang berjumlah dua kali lipat dari tanaman perakuan biasa. Tanaman juga akan lebih tahan terhadap serangan busuk batang bawah dan bercak daun.

Namun perlu diperhatikan gulma yang akan tumbuh lebih banyak karena tanaman akan lebih rimbun sehingga harus sering disiangi. Selain itu hama dan penyakit lain akan lebih berkembang karena lingkungan akan semakin lembab sehingga pengendaliannya harus sangat diperhatikan. Pemupukan juga harus lebih banyak dari biasanya, namun tidak perlu diberikan dalam jumlah dua kali lipat.

Pemangkasan dilakukan ketika umur bibit belum lebih dari 8 hari dan dipangkas 4 mm di atas dua daun yang pertama kali muncul. Pastikan alat yang digunakan untuk memangkas steril dan tajam agar bibit tidak terinfeksi penyakit dan luka. Semprotkan fungisida setelah pemangkasan untuk menghindari kontaminasi jamur.

Mikroba Penyubur

Pemberian mikroba penyubur ini sangat penting untuk menambah kesuburan tanah. Terdapat berbagai jenis mikroorganisme penyubur tanah, seperti Azotobacter sp., Rhizobium, Penicillium, dan Bacillus. Mikroba ini mampu menyuburkan tanah dengan cara mengaktifkan potensi-potensi mineral tanah yang tersembunyi dan belum dimanfaatkan. Setiap mikroba ini bekerja dengan cara masing-masing dan relatif tidak membutuhkan waktu yang lama agar tanah menjadi lebih subur. Dengan kondisi tanah yang lebih subur ini maka unsur hara yang dibutuhkan tanaman cabai akan sangat terpenuhi sehingga akan lebih mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ini disarankan karena termasuk kegiatan alami dan tidak mengancam kerusakan lingkungan maupun ekosistem. Namun pemberian mikroba ini juga harus dengan dosis yang pas sesuai petunjuk yang ada.

Pemupukan yang Tepat

Sering kali dalam hal pemupukan tidak diperhatikan bagaimana cara yang tepat dan apa unsur hara yang sedang dibutuhkan tanaman pada fasenya. Pada tanaman cabai tidak jauh berbeda dengan tanaman hortikultura lainnya, yaitu pengaturan dosis pupuk N dan P. Penggunaan pupuk N yang lebih banyak sebaiknya dilakukan pada saat fase awal pertumbuhan karena N mampu memacu pertumbuhan tunas baru pada tanaman. Namun penggunaan pupuk P harus dikurangi setelah tanaman mulai berbunga dan diganti dengan pupuk P. Pupuk P ini akan memacu pembentukan bunga dan buah pada cabai. Pupuk N harus dikurangi karena untuk mengurangi tetumbuhan tunas dan agar tanaman fokus pada pembentukan bunga dan buah. Pupuk P ini berperan dalam mengangkut air ke sel-sel sehingga buah dapat berkembang, serta membantu proses fotosintesis dan sintesis protein. Oleh karena itu penggunaan pupuk yang tepat akan lebih meningkatkan hasil yang didapat.

Green House

Green house disarankan karena tanaman cabai termasuk tanaman yang rentan terhadap air. Cara ini dilakukan agar penanaman cabai mampu dilakukan walaupun musim penghujan dan cabai tetap berproduksi tinggi. Dengan green house air yang diberikan ke tanaman bisa diatur. Dengan green house dapat dipastikan panen yang didapat akan tinggi dan pengendalian hama serta penyakit tanaman lebih mudah. Namun cara ini membutuhkan dana yang besar karena untuk membangun green house yang benar tidaklah mudah dan murah.